Rabu, 18 Desember 2013

IBU MAAFKAN ANAKMU




IBU KASIH SAYANGMU BEGITU BESAR

 
                                                                                                       ahonkcenghow@yahoo.com

 Lelah nafas itu mengorbankan nyawa, hanya demi sebuah tangisan sendu dari rahimnya..
Pucat pasi wajah itu menyusui aku,namun tiada lelah nafasnya terjaga mendekapku..
Memeluk malam ketika tangisku pecah usik lelahnya..
Namun tetap timang itu hadir kemilaukan senyumku..

Ketika langkah kaki menyentuh bumi..
Lihatlah ia begitu bahagia memandangku..
Semua tingkah nakalku..
Bagaikan kerinduan hatinya memandang aku memulai hal baru..

Ketika Lafas terucap kata..
Sungguh nama ia yang pertama menyapa..
Aku bagai memandang tangis kecil diujung mata itu..
Haru ia memeluk tubuhku,hangat kecupnya menyapa keningku..

Masa kecil itu bagai memori indah yang hiasi hati ia Sumber kasihku Ibu..

Namun apa yang terjadi ketika aku beranjak dewasa??
Ketika aku telah temukan jalanku menapaki waktu..
Kata-kata indah itu telah ternoda oleh egoku..
Timbul kata-kata yang begitu mudah kulafaskan untuknya.. Akh!!..Bentar!!..Capek!!..Cerewet!!..
Namun lihatlah ia..Tetap raut senyum itu yang kuasai hatinya, mencoba pahami maksud hati Buah hati..
Apakah Mata hatiku telah buta??
Sungguh Hina memandang Aku kala itu..

Ketika kerinduan itu menyapanya..Inginkan memandang senyum dan tawa yang dulu temani ia..
Lihatlah aku..Aku larut dalam waktuku..Menikmati tawa,hura,senyum-senyum indah namun semua adalah hampa..
Ketika ia mencoba menitip salam indah untukku..
Aku dengan segala kesibukan itu,abaikan pesannya..
Hanya Kalimat "Maaf Bu..Aku lagi sibuk "
Taukah apa yang dirasanya kala itu??
Hanya kemilau malam dan sang waktu yang tau, betapa ia merindukan senyummu..

Raut wajah itu kini hanya mampu memandang sisa senyum kecilmu..
Senyum yang terlukis dalam album jiwa ,canda,tawa ketika engkau memeluknya..
Dalam hati ibu berkata"Anakku..Sungguh ibu bahagia melihat engkau telah tumbuh dewasa dan bahagia disana"..
"Anakku..Ibu sungguh rindukan senyum kecilmu yang dulu tak henti menyapa ibu,memecah hampa hati ketika ibu memeluk engkau..
"Anakku..Sungguh bukan sejuta janji indah yang ibu harapkan darimu..Juga bukan gemerlap harta yang ingin ibu raih dari keringatmu..Pandanglah ibu anakku..Ibu hanya inginkan walau sedetik saja..Ibu mampu memandangmu tersenyum..Walau sedetik saja..Ibu mampu melepas rindu ini kepadamu..Memelukmu, mencium keningmu..itulah dahaga jiwa ibu yang inginkan engkau menjawab pesan ibu hanya itu..Hanya itu yang indahkan kembali ibu yang tak henti merindukan engkau wahai anakku.."

Ketika ucap kasih itu tertulis dalam hening malam..
Aku masih dengan sejuta tawa menyapa..
Tiada mencoba merasa apa yang Ibu rasa dikala malam memeluk usianya..

Sungguh Jangan biarkan waktu indah itu berlalu tanpa sapa kasih untuknya..
Segeralah menyapa ia..Memohon ampun atas segala khilaf,kalimat hambar yang terhembus kepadanya..
Waktu indah itu tidak akan kembali dan abadi..
Kembalikan senyum kecilmu yang begitu ia rindukan..
Senyumanmu yang kembali memeluk jiwanya..
Jangan biarkan waktu halau langkah menuju pelukan itu..
Sungguh bahagia itu takkan tergantikan..
Melebihi berjuta tawa semu yang hadir hiasi nafas..
Dekap hangat tubuhnya adalah dahaga jiwa dan takkan mampu terbeli walau hati inginkan ia kembali..
Segera sapa jiwa indahnya dalam bait doa..Lafaskan kerinduan hati dalam hening malam,Muliakan kasihnya ditepian tetesan jiwa yang menanti..
Sebelum waktu menjemput sumber bahagia itu..tiada kata indah,senyum hangat yang menantikan engkau hadir kembali memeluk jiwanya..
Ibu..Maafkan AnakMu..
Aku yang takhenti merindumu..



"Semoga senandung doa senantiasa terkhatur indah untuknya"
 
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar